Monday, December 16, 2019

Kenali Stunting dan Pengaruhnya bagi Pertumbuhan Anak



S
tunting adalah kondisi dimana tinggi badan seorang balita lebih pendek dari yang seusianya (kerdil), stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam waktu yang lama terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu sejak dalam kandungan hingga anak usia 2 tahun.
Stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan anak tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan organ tubuhnya, anak-anak yang mengalami stunting sangat rawan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuh yang tidak bekerja maksimal dan juga dapat mempengaruhi perkembangan fungsi otak.
Anak-anak yang mengalami stunting biasanya memiliki ciri-ciri tertentu seperti memiliki tubuh yang lebih pendek dibandingkan anak-anak seusianya, mengalami kesulitan dalam belajar, mengalami penurunan tingkat kecerdasan, gangguan dalam berbicara dan fungsi kekebalan tubuh yang rendah. Pertumbuhan yang tidak maksimal pada anak dapat dilihat sejak 3-5 bulan pertama kehidupan, kemudian gangguan pertumbuhan semakin terlihat pada 6-18 bulan usia anak.
Kejadian stunting disebabkan oleh banyak faktor yang saling berkaitan, beberapa diantaranya adalah :
  • Tidak terpenuhinya gizi ibu hamil
  • Kurangnya zat gizi pada anak dalam jangka waktu yang lama (kronis)
  • Kurangnya sanitasi dan akses air bersih
  • Kurangnya pelayanan kesehatan bagi anak dan ibu hamil


Faktor-faktor diatas juga dipengaruhi oleh wilayah dimana anak tersebut tumbuh dan berkembang. Beberapa sumber mengatakan bahwa anak-anak yang berada di negara dengan penghasilan rendah dan menengah memiliki tingkat kejadian stunting yang lebih tinggi.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menekan pertumbuhan stunting adalah 
  • Ibu hamil mengonsumsi tablet tambah darah selama kehamilan 
  • Penuhi kecukupan nutrisi ibu selama masa kehamilan dan menyusui, terutama zat besi, asam folat, dan yodium
  • Pemberian ASI ekslusif 6 bulan, dilanjutkan MPASI hingga 2 tahun
  • Penuhi nutrisi dengan makanan sehat bergizi seimbang
  • Rutin memantau pertumbuhan balita dan berikan imunisasi di Posyandu terdekat
  • Lakukan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah


   Karena dampaknya sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak, maka diperlukan perhatian yang lebih dari orang tua untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi. Nutrisi tidak hanya penting untuk anak tetapi juga orang tua terlebih bagi ibu selama masa kehamilan untuk selalu memperhatikan kecukupan energi selama 1000 HPK. Penting bagi ibu untuk memperhatikan pola makan sehingga kebutuhan nutrisi ibu dan janin terpenuhi, nutrisi yang lengkap diperoleh dari makanan yang bervariasi namun kadang kala sulit untuk memperoleh makanan yang beragam, oleh sebab itu selama masa kehamilan ibu boleh memperoleh tambahan nutrisi dari susu hamil dan sumplemen makanan. Jangan lupa untuk rutin memantau pertumbuhan janin dan menjaga pola hidup yang bersih dan sehat.



 Sumber :




Informasi Produk : https://ibu.lactona.co.id/



Thursday, December 5, 2019

Kalsium dan Kesehatan Tulang




Apa itu Kalsium ?
Kalsium adalah mineral yang dibutuhkan tubuh untuk keberlangsungan fungsi jaringan tubuh. Sebagian besar kalsium tubuh disimpan dalam tulang dan gigi, sebagiannya lagi tersebar didalam darah, otot dan jaringan tubuh yang lain. Tubuh kita tidak dapat memproduksi kalsium sehingga kita memperoleh kalsium lewat makanan atau suplemen. 

Kalsium dan Kesehatan Tulang
Jika tubuh kita tidak mendapatkan kalsium yang cukup atau tubuh tidak menyerap kalsium dengan baik maka akan menyebabkan tulang menjadi lemah dan tidak bertumbuh dengan baik. Tulang kita merupakan organ yang bertumbuh, karena itulah mengapa kita harus memberikan perhatian yang cukup untuk kesehatan tulang, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi orang dewasa.
Kepadatan tulang dipengaruhi oleh kalsium dan mineral lainnya dalam tubuh. Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang menurun sehingga mudah menyebabkan terjadinya patah tulang. Sistem pencernaan pada dasarnya susah menyerap kalsium, sehingga kalsium yang kita konsumsi tidak sepenuhnya diserap dengan baik oleh tubuh. Oleh karena itu dibutuhkan Vitamin D untuk membantu usus kita dalam penyerapan kalsium.
Apabila kebutuhan kalsium dan vitamin D dalam tubuh tidak tercukupi maka jaringan tubuh akan menarik sebagian kalsium-kalsium pada tulang dan dialirkan kedarah untuk mempertahankan kalsium darah tetap normal. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya keropos pada tulang. Untuk mempertahankan kepadatan dan kekuatan tulang, maka haruslah memenuhi kebutuhan kalsium tubuh per hari.  

Makanan sumber kalsium :

- Susu
- Keju
- Sayuran hijau
- Es krim
- Yogurt
- Udang segar
- Daging ayam
- Daging sapi
- Tahu
- Tempe
- Kacang tanah dan kacang merah


  Untuk informasi produk dan pembelian : https://prosteoplus.lactona.co.id


Peran Nutrisi bagi Ibu Hamil

M asa kehamilan merupakan masa dimana tubuh ibu tidak lagi hanya membutuhkan nutrisi untuk diri sendiri tetapi ju...